Dengan visi kota perdagangan dan jasa, perkembangan Kota Bogor ditentukan oleh kelancaran orang dalam melakukan mobilitas, dan Bidang angkutan bertanggung jawab untuk memfasilitasi kemudahan mobilitas tersebut.

Selain pertumbuhan kendaraan pribadi dan sepeda motor yang cukup tinggi, juga akumulasi pelayanan angkutan umum di dalam wilayah Kota Bogor, dimana sebanyak 23 trayek (3.412 kendaraan) Angkutan Kota (ANGKOT) dan 10 trayek (4.644 kendaraan) Angkutan Perkotaan AKDP dengan jenis kendaraan bus kecil (kapasitas tempat duduk + 10 orang), menambah volume lalu lintas semakin padat (karena terjadinya campuran lalu lintas /mixed traffic yang tinggi) dan berdampak terhadap in-efisiensi penggunaan ruang jalan di wilayah Kota Bogor, Kota Bogor.

pengenallalu lintas

 

 reformasiangkutanumum

 

REALISASI KERJA BIDANG ANGKUTAN DLLAJ KOTA BOGOR