Berpedoman pada:

  • PERDA Kota Bogor No. 8 Th. 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor 20112031
  • Peraturan Presiden No. 83 Th. 2011 tentang Penugasan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Api Bandar Udara Soekarno-Hatta  dan Jalur Lingkar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi

Dan sebagai upaya mengurangi pembebanan perjalanan di pusat Kota Bogor dan peningkatan layanan kereta api, Pemerintah Kota Bogor dengan PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) telah melakukan Perjanjian Kerja Sama  No. 551.6/Perj.160-Bapp/2013 tanggal  30 April 2013 HK.223/IV/10/KA-2013 tentang “Pembangunan  dan Pengembangan Prasarana Kawasan Stasiun Kereta Api Di Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah sareal Kota Bogor” dengan jangka waktu 5 (lima) tahun.

Rencana lokasi Stasiun KA Sukaresmi terletak di  KM 50+025 antara Stasiun Bogor dan Cilebut (jarak dari Stasiun Bogor 4,7 km dan dari Stasiun Cilebut 2,8 km), dengan fungsi stasiun;

  1. Fungsi Utama sebagai Stasiun dan Sepur Stabling.
  2. Fungsi Khusus sebagai bagian dari jaringan moda transportasi terpadu Bogor (terhubung dengan terminal Bus Trans Pakuan)

stasiun lawang taleus - 4

 

stasiun lawang taleus - 3

Pengembangan Konsep TOD  (Transit Oriented Development) Kawasan Stasiun KA di Kelurahan Sukaresmi sebagai bagian pendekatan dari Rencana Aksi Daerah untuk mengurangi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) di Kota Bogor, melalui Strategi AVOID (menghindari atau mengurangi kebutuhan perjalanan), dan karenanya harus sejalan dengan pengembangan Public Transport Integration (antara Koridor BTS-Trans Pakuan, Terminal, Park & Ride, Perdagangan & Jasa, Fasilitas Pejalan Kaki & Pesepeda), dengan tujuan untuk memaksimalkan akses angkutan umum dan mendorong penggunaan moda angkutan umum, melalui strategi;

  1. Penguatan Pelayanan Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan (BTS Trans Pakuan)
  2. Penataan Tata Guna Lahan (mixed-use)
  3. Penataan dan peningkatan Fasilitas Non Motorized Transport (pejalan kaki dan pesepeda)
  4. Investasi Lahan TOD

MANFAAT TOD (Transit Oriented Development)

Penggunaan Angkutan Umum

Operator Angkutan Umum

Keuntungan Bagi Masyarakat

Berkembangnya aktivitas di sekitar kawasan stasiun

Pertambahan jumlah penumpang

Volume lalu lintas berkurang

Fasilitas Pejalan kaki lebih baik

Biaya tiap penumpang semakin rendah

Biaya infrastruktur ratarata berkurang

Peningkatan keamanan di dekat  stasiun

Image lebih baik

Meningkatnya nilai properti

 

stasiun lawang taleus