Addendum Atas Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor  No.  100/2/NK/HUK/2010   Tanggal 20 Mei 2010   Tentang  Kerjasama 019/KK.5-TAPEM/2010  Antar  Daerah  Dalam Pelayanan Publik  No.  100/15/NK/HUK/2010 Tgl 30 Nopember 2010 019/KK.11-Huk/2010 dengan  Ruang  Lingkup sebagaimana Pasal 3 terdiri dari 18 (delapan belas) bidang yang dikerjasamakan, yang salah satunya adalah Bidang Perhubungan, meliputi:

  1. Perencanaan dan penataan jaringan transportasi dan lalu lintas angkutan jalan;
  2. Penyelenggaraan pelayanan angkutan penumpang dan barang;
  3. Koordinasi pembangunan fasilitas lalu lintas dan pengendalian ketertiban lalu lintas di wilayah perbatasan;
  4. Pembangunan dan pengelolaan terminal penumpang di wilayah perbatasan.

 

Berkaitan dengan Kerjasama Bidang Perhubungan, telah ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerjasama antara Dinas LLAJ Kabupaten – Dinas LLAJ Kota Bogor No. 551/1131-DLLAJ 119/07-Dishubkomin-2010 tanggal 13  Agustus  2010 tentang Penyelarasan Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pada Wilayah Perbatasan, dengan ruang lingkup meliputi ;

  1. Perencanaan dan Penataan Jaringan Transportasi dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Dilaksanakan melalui penyelarasan penyusunan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RIJLLAJ) atau Masterplan Transportasi.
  1. Pembangunan dan pengelolaan terminal penumpang di wilayah perbatasan.
    1. Terminal Penumpang Ciawi
    2. Terminal Penumpang Dramaga
    3. Terminal Penumpang perbatasan lainnya dilakukan melalui kajian teknis  bersama.

 

Dimana Pemerintah Kabupaten Bogor mempunyai kewajiban, untuk;

                1)        Melaksanakan kajian teknis dan penetapan lokasi terminal penumpang di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dan studi kelayakan serta penetapan lokasi terminal penumpang di wilayah Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor;
                2)        Melaksanakan pembebasan lahan untuk terminal penumpang di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dan untuk terminal penumpang di wilayah Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor;
                3)        Menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk terminal penumpang di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dan untuk terminal penumpang di wilayah Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor;
                4)        Melaksanakan pembangunan terminal penumpang Ciawi dan terminal penumpang di wilayah Kecamatan Dramaga. 

 

  1. Penyelenggaraan Pelayanan Angkutan Penumpang dan Barang;

Pemerintah Kabupaten/Kota Bogor bersama Provinsi Jawa Barat bersama-sama;

  1. Melaksanakan penataan jaringan trayek angkutan perkotaan AKDP yang ada sampai terminal perbatasan dibangun, dengan keterpaduan pelayanan angkutan kota dan/atau pengembangan angkutan massal.
  2. Penataan Jaringan Lintas Angkutan Barang berdasarkan klasifikasi jalan yang telah ditetapkan dalam RIJLLAJ.
    1. Tidak memberikan rekomendasi terhadap perijinan angkutan perkotaan AKDP yang bersifat penambahan kendaraan dan pengisian sisa alokasi.
  3. Koordinasi Pembangunan Fasilitas Lalu Lintas dan Pengendalian Ketertiban Lalu Lintas di Wilayah Perbatasan
  1. Kerjasama pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas di wilayah perbatasan;

               1)        Penyusunan kajian lalu lintas atau ANDALALIN dan 
               2)        Pemenuhan kebutuhan fasilitas lalu lintas dan/atau perlengkapan jalan.

  1. Pengawasan dan penertiban operasional di wilayah perbatasan;

               1)        Pelaksanaan pengaturan lalu lintas
               2)        Penertiban angkutan umum dan angkutan barang yang dikoordinasikan dengan Kepolisian RI
               3)        Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rekomendasi manajemen dan rekayasa lalu lintas

Terhadap implementasi pembangunan terminal batas kota memberikan konsekuensi dengan kewajiban melakukan Penataan Angkutan Perkotaan (AKDP) yang perizinannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pembatasan masuk Kota Bogor (hanya sampai terminal batas kota sebagai tempat transfer point), dan sebagai pelayanan dalam Kota Bogor dikoneksikan dengan pengembangan Koridor “BTS Trans Pakuan”.

penataan