Pembenahan transportasi telah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Bogor (dari 4 prioritas diluar Kebersihan, Penanganan Pedagang Kaki Lima dan Kemiskinan). Sistem transportasi yang dikembangkan harus mampu menjawab masalah peningkatan mobilitas penduduk, baik di dalam kota maupun dari dan ke luar kota sebagai konsekuensi Kota Bogor menjadi bagian kawasan aglomerasi perkotaan Jabodetabek.


Pemerintah Kota Bogor mengedepankan prinsip pengembangan transportasi perkotaan yang berkelanjutan (sustainable urban transport), yakni membalik arah kecenderungan orang menggunakan kendaraan pribadi menjadi pengguna angkutan umum dan hal tersebut mengandung konsekuensi dalam implementasi kebijakan yakni dengan mengembangkan angkutan umum massal, pejalan kaki dan pesepeda yang terintegrasi.

 

1

 

Berdasarkan hal tersebut diatas,  maka Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Bogor menetapkan VISI :

Terwujudnya Sistem Transportasi Kota Bogor yang Berkelanjutan, Berkualitas,dan Berwawasan Lingkungan”

dengan maksud: 

  1. Sistem Transportasi

:

Satu kesatuan komponen yang terdiri dari prasarana (jalan, terminal dan stasiun KA), sarana (kendaraan) dan sistem pengoperasian untuk mendukung kelancaran mobilitas antar tata guna lahan dalam memenuhi kebutuhan kehidupan ekonomi.

 

  1. Berkelanjutan

:

Transportasi berkelanjutan (sustainable transportation) merupakan konsep yang mengkaitkan antara tiga (3) parameter yang saling berhubungan, secara konprehensif dan saling ketergantungan, yaitu Lingkungan, Sosial Masyarakat dan Ekonomi.

Berkelanjutan dalam penyelenggaraan transportasi, dengan ide dan prinsip;

  1. Access (jangkauan) Kota dirancang untuk manusia bukan untuk mobil. Sehingga kota bagi orang yang tidak memiliki kendaraan akan merasa kenyamanan yang sama dengan yang memiliki kendaraan.
  2. Equity (keberadilan) Prioritas utama harus diberikan kepada angkutan umum, berjalan-kaki dan bersepeda yang merupakan alat transportasi yang dapat dijangkau oleh semua orang dan memiliki dampak negatif yang sedikit.
  3. Pencegahan Polusi
  4. Kesehatan dan Keselamatan
  5. Partisipasi masyarakat dan transparansi. Sangatlah penting untuk memberi dukungan dan informasi secara cukup dan tepat kepada masyarakat tentang pilihan moda transportasi.
  6. Perencanaan yang terintegrasi
  7. Manfaat ekonomi dan biaya yang rendah

 

  1. Pelayanan Berkualitas

:

Penyelenggaraan transportasi yang aman (dari resiko kriminalitas), selamat (dari resiko kecelakaan), nyaman (tertib, teratur dan rasa nyaman) dan handal (efisien/cepat, murah; aksesibel/mudah dijangkau & dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat; adanya integrasi antar moda/fasilitas, terjadual dengan system ticketing) bagi penggunanya.

 

  1. Berwawasan Lingkungan

:

Kebijakan strategis penyelenggaraan transportasi berdasarkan tujuan untuk mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui konsep;

  1. Avoid (menghindari atau mengurangi kebutuhan perjalanan)
  2. Shift (beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan)
  3. Improve (meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan dan teknologi kendaraan)

Dalam upaya mewujudkan Visi tersebut, ditempuh kebijakan pengembangan pola keterpaduan antar intermoda angkutan, dengan arah pengembangan sistem transportasi:

  1. Penyediaan Infrastruktur dan peningkatan aksesibilitas antar kawasan pengembangan kota
  2. Meningkatkan mobilitas lalu lintas
  3. Meningkatkan pelayanan angkutan umum dalam kota maupun regional Jabodetabek
  4. Penyediaan feeder yg memadai dari dan ke simpul transportasi
  5. Meningkatkan ketertiban dan keselamatan  transportasi
  6. Meningkatkan mutu lingkungan hidup yang berkaitan dengan transportasi

 

Sebagai penjabaran dari visi Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Bogor dirumuskan MISI  Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Bogor sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Aksesibilitas Pelayanan Jasa Transportasi;
    Kebutuhan aksesibilitas pelayanan jasa transportasi yang menjangkau keseluruhan wilayah Kota Bogor, melalui  upaya mengembangkan dan mengoptimalkan penggunaan ruang kegiatan (mobilitas lalu lintas) yang dilakukan dengan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas dan peningkatan/pembangunan prasarana (infrastruktur) transportasi.
  1. MeningkatkanKualitas Pelayanan Angkutan Umum
    Meningkatkan pelayanan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman, andal, aksesibilitas, tarif terjangkau, dan sarana yang memadai, baik angkutan dalam trayek ( angkutan massal “Trans Pakuan” dan Feeder “Angkutan Kota”) dan angkutan tidak dalam trayek (angkutan pariwisata, angkutan sekolah, taxi)
  1. Meningkatkan Keselamatan Dan Keamanan Transportasi
    Penyediaan fasilitas keselamatan dan keamanan LLAJ, terjaminnya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, pembinaan dan  pengawasan operasional.
  1. Meningkatkan Kompetensi SDM Transportasi
    Dengan kondisi masih rendahnya disiplin pemakai jalan dan para pemangku kepentingan bidang transportasi, penting dilakukan peningkatan kapasitas manusia sebagai pemakai jalan dan para pemangku kepentingan bidang transportasi, melalui Diklat maupun sosialisasi.
  1. Mengembangkan Transportasi Yang Ramah Lingkungan
    Pembangunan, pemeliharaan dan pengoperasian sarana dan prasarana transportasi melalui penerapan teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan.