BOGOR (Pos Kota) – Walikota Bogor melalui Dinas Lalulintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) akan memberikan diskon pajak bagi angkutan kota (Angkot) hingga 50 persen.Angkot yang mendapat diskon ini adalah angkutan yang sudah berbadan hukum.

Pengurangan pajak kendaraan umum di kota hujan ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat No.74/2014 sebagai Perubahan dari Pergub Jabar No.33/2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Jabar No.13/2011 tentang Pajak Daerah Untuk Jenis Pungutan Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tentang angkutan umum berpelat kuning mendapatkan keringanan pajak hingga 50 persen.

Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan Cabang Pelayanan Dispenda Provinsi Wilayah Kota Bogor Rana Nugraha di Bogor mengaku, keringanan pajak ditujukan bagi angkot yang sudah berbadan hukum.
“Kalau belum berbadan hukum, tidak dapat keringanan pajak,”katanya.

Rana, Humas Pemkot Bogor menuturkan, selain pengurangan pajak, angkot yang sudah berbadan hukum juga tidak akan dikenakan pajak progresif.

Menurutnya, alasan angkot harus berbadan hukum, mengingat angkutan umum ini bersifat komersil sehingga pertangungjawabannya tidak bisa perorangan.

“Karena mereka angkutan umum, maka harus perusahaan. Peraturan ini sudah diberlakukan sejak Januari 2015 lalu, namun dikerenakan Organda belum ada kesiapan untuk mengakomodir pemilik angkot, sehingga belum semua angkutan umum berbadan hukum,” paparnya.

Untuk itu katanya, Pemkot Bogor mulai Oktober 2015 harus sudah menetapkan angkot di Kota Bogor berbadan hukum.

Kepala. DLLAJ Kota Bogor, Achsin Prasetyo menyambut baik rencana pengurangan pajak bagi angkot yang sudah berbadan hukum. “Rencana rerouting angkutan kota masih terkendala karena angkot belum berbadan hukum,” ujarnya, Senin (9/3).

Achsin Prasetyo mengatakan, rencana rerouting atau penataan ulang trayek angkot di Kota Bogor  dijalankan tahun 2015 ini.

“Sebenarnya reeouting tadinya sudah siap. Tapi karena akan ada penerapan satu arah di sekitar istana, rencana rereouting akan kita kaji ulang lagi. Ditambah lagi angkot belum berbadan hukum,” ujarnya.

Acshin menambahkan, data yang ada, jumlah angkot yang beroperasi di Kota Bogor berjumlah 3.412 unit dengan jumlah pemilik 2.500 orang. Jumlah angkot sebanyak itu melayani 22 trayek dan 11 trayek diantaranya melintasi Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor.

“Rencananya dari jumlah angkot sebanyak itu akan direduksi menjadi 826 unit. Sejumlah angkot yang trayeknya hampir sama akan disatukan,”ungkapnya. (yopi)

Komentar (0)


    Belum ada komentar untuk postingan ini

Komentari